Nginceng Wong Meteng neng Panembangan

Image

Cilongok1-Untuk memantau kesehatan ibu hamil dan memberikan informasi seputar kesehatan, Puskesmas 1 Cilongok dengan program Nginceng Wong Meteng datang di Desa Panembangan pada Kamis (24/1) pagi. Berbagai kegiatan mulai edukasi kesehatan ibu hamil sampai sosialisasi pelayanan persalinan dengan penanggungjawab Susiana WN Amd Keb dan Endah Sapartiyani Amd Keb diikuti ibu hamil di desa tersebut.

Kepala Puskesmas 1 Cilongok dr Teguh Ariyanto MPH menjelaskan, Nginceng Wong Meteng merupakan kegiatan rutin pemantauan ibu hamil di setiap desa. Dalam kegiatan tersebut petugas menjelaskan dan memberikan informasi tentang Kehamilan dan Persiapan persalinan.


"Banyak sekali manfaatnya terutama edukasi kesehatan bagi ibu hamil. Sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat menyadarkan masyarakat akan kehamilan berisiko tinggi yaitu pada usia wanita kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun,"jelasnya.


Dr Teguh melanjutkan, adanya kasus ibu hamil kurang energi dan kalori juga harus diketahui oleh ibu hamil seperti penyebabnya dan cara pengobatan supaya antara ibu dan janin tetap sehat. Salah satu yang mungkin diabaikan adalah menghadirkan peran keluarganya untuk lebih perhatian terhadap kesehatan selama kehamilan terutama suaminya.


"Dan materi yang diberikan adalah sosialisasi pelayanan persalinan di puskesmas. Apa saja yang tercover oleh BPJS Kesehatan dan yang tidak. Masyarakat juga harus mengetahui hal tersebut jangan sampai ada kasus setelah kelahiran, kendil untuk ari-ari minta dibayar BPJS,"katanya.


Kegiatan tersebut berjalan baik dan dihadiri 20 ibu hamil dan ada 1 orang suami yang mendampinginya. Masyarakat bisa mandiri juga bisa rutin melakukan pemeriksaan ke bidan desa atau puskesmas. Pihaknya juga mensosialisasi agar masyarakat lainnya juga lebih peduli atas kesehatan ibu hamil dan keluarga juga lingkungannya. Sarpras puskesmas semakin mendukung menuju kehamilan yang sehat.


"Intervensi sosialisasi ke masyarakat adalah adanya KELAS BAPAK yang diharapkan semakin peduli dengan dengan kondisi kesehatan dan psikologis istri selama kehamilannya sehingga akan membantu menurunkan angka kematian baik ibu maupun bayi nantinya,"harapnya. (Blakasuta Squad)

.

Komentar